Saat merencanakan campaign OOH, brand memiliki banyak pilihan media yang bisa digunakan. Dua di antaranya adalah billboard dan videotron. Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk menjangkau audiens di ruang publik, tetapi cara menyampaikan pesannya berbeda.
Billboard mengandalkan visual statis yang dapat dilihat audiens dalam satu tampilan, sedangkan videotron memungkinkan brand menampilkan konten bergerak, video, hingga animasi.
Lalu, ketika harus memilih salah satunya, videotron vs billboard, mana yang lebih efektif? Sebelum menentukan pilihan, penting untuk memahami karakter masing-masing media dan bagaimana keduanya dapat digunakan dalam sebuah campaign.
Baca Juga: Pengertian Papan Reklame Interaktif: Tujuan dan Contohnya
Apa itu Videotron?


Videotron adalah media iklan digital berbentuk layar LED yang digunakan untuk menampilkan berbagai jenis konten visual. Materi pada videotron dapat berupa video, animasi, gambar, maupun kombinasi beberapa konten yang ditampilkan secara bergantian.
Karakter digital tersebut membuat videotron memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menyampaikan pesan. Satu media dapat digunakan untuk menampilkan beberapa materi dalam satu periode campaign.
Selain itu, konten videotron dapat dibuat lebih dinamis melalui penggunaan gerakan, transisi, dan visual yang menarik perhatian. Hal ini membuatnya banyak digunakan untuk campaign yang membutuhkan impact visual atau ingin menampilkan produk dengan cara yang lebih atraktif.
Apa itu Billboard?


Billboard adalah media iklan luar ruang yang biasanya ditempatkan di lokasi strategis dengan tingkat lalu lintas atau exposure yang tinggi. Media ini menggunakan visual statis sehingga audiens dapat melihat satu pesan utama dalam satu tampilan.
Karena tidak menggunakan gerakan, billboard sangat bergantung pada kekuatan desain dan kesederhanaan pesan. Nama brand, visual utama, dan pesan campaign perlu dibuat mudah dikenali agar dapat ditangkap dalam waktu singkat.
Billboard juga dapat menjadi pilihan untuk campaign yang membutuhkan exposure secara konsisten. Ketika ditempatkan di lokasi yang tepat, keberadaan billboard dapat membantu meningkatkan familiaritas audiens terhadap sebuah brand.
Baca Juga: 7 Industri yang Paling Cocok Menggunakan Iklan OOH
Videotron vs Billboard, Mana yang Lebih Efektif?
Setelah mengetahui karakter keduanya, pertanyaan berikutnya adalah mana yang lebih efektif untuk campaign?
Jawabannya tidak bisa ditentukan hanya dari jenis medianya. Efektivitas billboard maupun videotron dipengaruhi oleh tujuan campaign, karakter pesan, target audiens, kreativitas, dan lokasi media.
Beberapa hal yang bisa dijadikan bahan pertimbangan, antara lain:
1. Dari Sisi Visual
Videotron memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas visual. Brand dapat menggunakan video, animasi, gerakan, hingga beberapa materi kreatif dalam satu media.
Sementara itu, billboard mengandalkan satu tampilan visual. Karena itu, desain billboard perlu dibuat sederhana dan memiliki satu pesan utama yang mudah dikenali.
Jika campaign membutuhkan visual yang dinamis, videotron dapat memberikan ruang kreativitas yang lebih besar. Namun, jika sebuah pesan sudah cukup kuat disampaikan melalui satu visual, billboard tetap dapat menjadi pilihan yang efektif.
2. Dari Sisi Penyampaian Pesan
Billboard cocok untuk menyampaikan pesan yang singkat dan langsung. Audiens tidak perlu menunggu perubahan konten untuk memahami apa yang ingin disampaikan.
Videotron memberikan fleksibilitas untuk menyampaikan beberapa pesan atau materi secara bergantian. Misalnya, satu campaign dapat menampilkan beberapa produk, promo, atau visual yang berbeda dalam satu periode penayangan.
Meski begitu, banyaknya materi yang bisa ditampilkan bukan berarti semua harus dimasukkan. Baik billboard maupun videotron tetap membutuhkan pesan yang cepat ditangkap oleh audiens.
3. Dari Sisi Awareness
Untuk membangun awareness, keduanya dapat digunakan.
Billboard dapat membantu membangun familiaritas melalui tampilan brand yang konsisten, terutama ketika ditempatkan di lokasi dengan exposure tinggi. Videotron juga dapat menarik perhatian melalui visual bergerak yang membuat materi campaign lebih dinamis.
Artinya, bukan jenis media saja yang menentukan keberhasilan awareness. Lokasi, frekuensi exposure, kreativitas, dan relevansi pesan dengan audiens juga memiliki peran penting.
4. Dari Sisi Kebutuhan Campaign
Pilihan media akan semakin jelas ketika dikaitkan dengan kebutuhan campaign.
Jika campaign membutuhkan visual bergerak, video, animasi, atau beberapa materi yang ingin ditampilkan secara bergantian, videotron dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar.
Sebaliknya, jika campaign membutuhkan pesan yang sederhana, konsisten, dan mudah dikenali dalam satu tampilan, billboard dapat menjadi pilihan yang tepat.
Jadi, memilih videotron atau billboard sebaiknya dimulai dari pertanyaan: “apa yang ingin dicapai melalui campaign tersebut?”
Baca Juga: 8 Cara Menentukan Media OOH Berdasarkan Tujuan Campaign
Kesimpulan
Jadi, ketika membandingkan videotron vs billboard, jangan hanya melihat mana yang terlihat lebih modern atau menarik. Pertimbangkan terlebih dahulu tujuan campaign dan bagaimana media tersebut dapat membantu menyampaikan pesan kepada audiens.
Jadi, mana yang paling tepat untuk campaign OOH brand Anda? Apakah videotron, atau billboard? Pastikan untuk menyesuaikannya dengan tujuan campaign, target audiens, karakter pesan, dan lokasi yang dipilih, ya!
Masih bingung dalam menentukan media OOH untuk kebutuhan campaign Anda? Langsung saja konsultasikan langsung dengan tim kami dengan klik hubungi Warna Warni Media.
