Harga billboard dan videotron 2026 di Indonesia tidak memiliki angka yang seragam. Setiap titik memiliki nilai berbeda, tergantung lokasi, traffic, visibilitas, ukuran media, jenis teknologi, hingga durasi campaign.
Bagi brand yang sedang menyiapkan campaign OOH, mengetahui harga sewa saja belum cukup. Penting juga memahami apa saja yang biasanya sudah termasuk dalam biaya tersebut, karena harga media tidak selalu berarti seluruh kebutuhan campaign sudah tercakup.
Lalu, berapa harga billboard dan videotron 2026 di Indonesia, dan apa saja yang biasanya sudah termasuk di dalam biaya sewanya?
Baca Juga: Apa Itu Papan Reklame? Pengertian dan Fungsinya
Berapa Harga Sewa Billboard dan Videotron Tahun 2026?


Harga billboard dan videotron sangat bervariasi. Lokasi, ukuran media, traffic, visibilitas, jenis media, hingga durasi campaign dapat membuat tarif satu titik berbeda dengan titik lainnya.
Billboard Statis
Harga billboard di Jakarta dimulai dari sekitar Rp40 juta per bulan. Sementara itu, harga sewa billboard di luar Jakarta dimulai dari Rp30 juta per bulan.
Perbedaan harga tersebut bukan hanya ditentukan oleh ukuran billboard. Nilai atau harga sebuah titik juga dipengaruhi oleh lokasi, volume traffic, arah pandang, visibilitas, serta karakter audience yang melewati area tersebut.
Videotron atau LED
Untuk videotron atau LED, harganya dimulai dari sekitar Rp5 juta per bulan. Harga ini tentu bisa berbeda-beda, tergantung ukuran, spesifikasi layar, lokasi, durasi, frekuensi penayangan, dan jumlah materi yang dapat ditampilkan.
Harga Billboard dan Videotron Sudah Termasuk Apa Saja?


Mengetahui nominal sewa saja belum cukup. Brand juga perlu memahami komponen apa saja yang biasanya masuk ke dalam biaya tersebut. Komponen ini dapat berbeda tergantung vendor, lokasi, jenis media, dan paket campaign yang dipilih.
1. Sewa Titik dan Media
Komponen utama biasanya adalah hak penggunaan media selama periode campaign. Pada billboard, biaya ini mencakup penggunaan bidang media pada titik yang telah disepakati.
Sementara itu, pada videotron, biaya penggunaan media biasanya berkaitan dengan periode penayangan materi pada layar tersebut.
Jadi, ketika vendor memberikan harga bulanan, hal pertama yang perlu dipastikan adalah periode penggunaan media dan titik yang termasuk dalam penawaran.
2. Penayangan Materi pada Videotron
Untuk videotron, biaya sewa biasanya berkaitan dengan penayangan materi iklan dalam periode tertentu. Namun, brand tetap perlu menanyakan detail seperti durasi setiap spot, frekuensi tayang, dan jam penayangan.
Harga yang terlihat sama belum tentu memberikan jumlah exposure yang sama jika frekuensi dan durasi spot berbeda.
3. Produksi dan Pemasangan Materi
Bagian ini perlu diperhatikan, karena produksi materi iklan belum tentu otomatis termasuk dalam harga sewa media.
Pada billboard statis, produksi dapat mencakup proses cetak dan pemasangan materi pada media. Sementara pada videotron, brand biasanya perlu menyiapkan materi dalam format digital yang sesuai dengan spesifikasi layar.
Karena itu, sebelum menyetujui penawaran, tanyakan apakah produksi, instalasi, dan pembongkaran materi sudah termasuk atau dihitung sebagai biaya tambahan.
4. Maintenance Media
Untuk billboard dan terutama videotron, kondisi media menjadi bagian penting dari campaign.
Pada videotron, maintenance berkaitan dengan kondisi layar dan sistem pendukungnya agar materi dapat tampil dengan baik. Sementara pada billboard statis, kondisi struktur, bidang media, dan elemen pendukung lainnya perlu dipastikan tetap layak selama periode campaign.
Namun, cakupan maintenance setiap vendor dapat berbeda. Karena itu, bagian ini sebaiknya tercantum dengan jelas dalam penawaran.
5. Perizinan dan Biaya Pendukung
Biaya sewa media juga tidak selalu berarti seluruh biaya campaign sudah termasuk. Perizinan, pajak reklame, produksi, atau biaya teknis tertentu dapat memiliki skema yang berbeda tergantung lokasi dan vendor.
Brand sebaiknya meminta rincian biaya sejak awal agar dapat mengetahui apakah harga yang diberikan sudah merupakan harga keseluruhan atau masih ada komponen tambahan.
Baca Juga: 5 Cara Memilih Lokasi Billboard yang Tepat, Tak Harus di Jalan Ramai!
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Menyewa Billboard atau Videotron?
Harga murah belum tentu berarti biaya akhirnya lebih rendah. Sebaliknya, harga yang lebih tinggi juga perlu dilihat berdasarkan apa saja yang diberikan.
Jadi, sebelum memutuskan untuk menyewa billboard atau videotron, akan lebih baik jika Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini:
Pastikan Komponen Harganya Jelas
Tanyakan apakah harga sudah mencakup sewa titik, penayangan, produksi, pemasangan, maintenance, perizinan, pajak, dan biaya teknis lainnya.
Untuk Videotron, Tanyakan Frekuensi Tayang
Jangan hanya bertanya berapa harga per bulan. Pastikan juga mengetahui berapa lama materi tampil dalam satu loop, berapa kali tayang, dan pada periode waktu apa iklan ditampilkan.
Pastikan Durasi Campaign
Harga bulanan harus dikaitkan dengan periode campaign yang jelas. Hal ini penting terutama jika brand memiliki campaign dengan durasi beberapa bulan.
Kesimpulan
Harga billboard dan videotron 2026 tidak memiliki satu angka baku. Tarif dapat berada dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan, tergantung lokasi, jenis media, ukuran, traffic, visibilitas, dan kebutuhan campaign.
Hal yang tidak kalah penting adalah jangan hanya membandingkan harga sewa. Bandingkan juga apa saja yang sudah termasuk di dalam harga tersebut. Dengan begitu, brand dapat mengetahui biaya sebenarnya dan menghindari biaya tambahan yang baru muncul setelah campaign berjalan.
Sedang mencari billboard atau videotron untuk campaign Anda? Klik Hubungi Warna Warni Media untuk mendapatkan pilihan titik dan penawaran harga yang sesuai dengan kebutuhan campaign Anda!
