Billboard 3D membuat iklan terlihat berbeda dari billboard biasa. Dengan permainan perspektif, kedalaman visual, atau elemen yang dibuat seolah keluar dari bidang media, sebuah iklan dapat memberikan pengalaman visual yang lebih menarik bagi orang yang melihatnya.
Namun, billboard 3D bukan hanya soal membuat iklan terlihat unik. Konsep kreatif, pesan yang ingin disampaikan, lokasi, dan format media tetap perlu dipikirkan agar efek tiga dimensi tersebut benar benar membantu campaign.
Apa Itu Billboard 3D?
Billboard 3D adalah media iklan luar ruang yang menggunakan teknik visual untuk menciptakan ilusi tiga dimensi. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah forced perspective atau anamorphic, yaitu membuat objek terlihat memiliki kedalaman ketika dilihat dari sudut tertentu.
Karena itu, tampilan billboard 3D bisa terlihat berbeda dari billboard biasa. Produk dapat dibuat seolah keluar dari bidang media, karakter terlihat lebih hidup, atau sebuah objek dapat dibuat seakan berada di ruang yang sama dengan orang yang melihatnya.
Efek tersebut membuat billboard memiliki pengalaman visual yang lebih kuat. Namun, keberhasilan konsep tetap bergantung pada bagaimana visual tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan campaign.
Baca Juga: Efek OOH terhadap Brand: Apa Saja?
Kenapa Billboard 3D Menarik Perhatian?


Ada beberapa alasan mengapa format ini banyak digunakan untuk campaign yang membutuhkan visual kuat.
1. Visual Lebih Menonjol
Billboard berada di ruang publik yang penuh dengan berbagai informasi visual. Desain yang memiliki kedalaman dan perspektif dapat membuat sebuah iklan terlihat berbeda dibandingkan tampilan dua dimensi biasa.
Perbedaannya tidak harus selalu berupa visual yang sangat rumit. Konsep yang sederhana pun dapat terlihat menarik ketika perspektif dan penempatannya digunakan dengan tepat.
2. Pesan Bisa Dibuat Lebih Berkesan
Billboard 3D memberikan ruang bagi brand untuk menyampaikan cerita melalui visual. Produk, karakter, maupun elemen campaign dapat dibuat menjadi bagian dari sebuah adegan yang lebih mudah diingat.
Di sini kreativitas memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar membuat billboard terlihat ramai. Visual sebaiknya membantu orang memahami apa yang sedang dikomunikasikan oleh brand.
3. Bisa Menarik Perhatian di Luar Lokasi Billboard
Visual yang tidak biasa juga memiliki peluang untuk dibicarakan atau dibagikan kembali melalui media sosial. Ketika sebuah campaign memiliki konsep yang menarik untuk difoto atau direkam, jangkauan percakapannya dapat meluas di luar orang yang melihat billboard secara langsung.
Tetap saja, hal tersebut bukan sesuatu yang bisa dijamin hanya dengan menggunakan format 3D. Konsep, eksekusi, lokasi, dan relevansi campaign tetap berpengaruh.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Billboard 3D?
Billboard 3D membutuhkan perencanaan yang sedikit berbeda karena visualnya harus bekerja dengan kondisi nyata di ruang publik.
1. Konsep Kreatif
Konsep menjadi dasar dari seluruh tampilan billboard. Tentukan terlebih dahulu apa yang ingin ditampilkan dan bagaimana visual tersebut mendukung cerita campaign.
Efek tiga dimensi sebaiknya tidak ditambahkan hanya karena ingin mengikuti tren. Ada alasan yang jelas mengapa sebuah objek dibuat terlihat keluar dari bidang atau mengapa perspektif tertentu digunakan.
2. Pesan Iklan Harus Tetap Mudah Dipahami
Efek visual yang menarik tidak banyak membantu jika orang justru kesulitan memahami iklannya.
Brand perlu terlihat jelas. Produk atau campaign harus mudah dikenali. Pesan utama juga sebaiknya dapat dipahami dalam waktu singkat karena orang melihat billboard dalam kondisi yang terus bergerak.
Karena itu, konsep billboard 3D sebaiknya dimulai dari pesan yang ingin disampaikan. Setelah itu, efek visual digunakan untuk membuat pesan tersebut lebih kuat.
Dengan pendekatan ini, kreativitas memiliki tujuan. Bukan sekadar membuat orang berkata, “Wah, keren,” tetapi membuat mereka tahu apa yang sedang mereka lihat dan siapa yang berada di balik campaign tersebut.
3. Lokasi dan Sudut Pandang
Teknik 3D sangat bergantung pada sudut pandang. Visual yang terlihat sempurna dari satu posisi belum tentu memberikan efek yang sama dari posisi lainnya.
Karena itu, lokasi media perlu dipertimbangkan sejak tahap konsep. Arah kendaraan, jarak pandang, posisi billboard, serta kondisi lingkungan sekitar dapat memengaruhi bagaimana visual tersebut dilihat.
4. Format Media
Tidak semua media memiliki karakteristik yang sama. Billboard statis dan media digital memberikan ruang yang berbeda untuk mengembangkan konsep 3D.
Media digital, misalnya, dapat menggunakan pergerakan untuk memperkuat ilusi visual. Sementara itu, billboard statis perlu mengandalkan desain, perspektif, dan struktur visual yang tepat.
Pilihan format sebaiknya mengikuti kebutuhan campaign, bukan sebaliknya.
Kesimpulan
Billboard 3D memberikan kesempatan bagi brand untuk membuat campaign yang berbeda dari iklan luar ruang pada umumnya. Efek visual dapat membuat sebuah produk lebih menonjol, membantu menyampaikan cerita, dan menciptakan pengalaman yang lebih menarik di ruang publik.
Tetapi, billboard 3D untuk menarik perhatian tetap harus berangkat dari tujuan komunikasi yang jelas. Visual yang bagus akan menjadi lebih berarti ketika konsepnya mudah dipahami, brand terlihat jelas, dan media yang dipilih mendukung cara orang melihat campaign tersebut.
Jadi, billboard 3D bukan tentang membuat iklan seramai mungkin. Yang lebih penting adalah menggunakan kreativitas untuk membuat sebuah pesan lebih mudah diperhatikan dan lebih berkesan.
Sedang menyiapkan campaign OOH dengan konsep yang lebih kreatif? Warna Warni Media siap menjadi partner OOH campaign Anda!
Tentukan pilihan media dan titik yang sesuai dengan konsep, target audience, dan kebutuhan campaign Anda bersama tim Warna Warni Media. Klik Hubungi Warna Warni Media untuk langsung terhubung dengan kami.
