5 Kesalahan Brand Saat Memilih Media Iklan Luar Ruang

5 Kesalahan Brand saat Memilih Media Iklan Luar Ruang

Memilih media iklan luar ruang atau OOH bukan sekadar mencari billboard dengan ukuran besar atau lokasi yang terlihat ramai. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan agar media yang dipilih benar benar sesuai dengan kebutuhan campaign.

Salah memilih lokasi, tidak memahami target audience, atau terlalu fokus pada harga bisa membuat budget iklan tidak digunakan secara optimal. Karena itu, sebelum menentukan media OOH, brand perlu melihat lebih jauh dari sekadar bentuk media dan titik pemasangannya.

Berikut lima kesalahan yang perlu dihindari:

Baca Juga: Billboard di Jalan Tol, Kenapa Aturan dan Karakternya Berbeda?

1. Memilih Lokasi Hanya karena Ramai

Lokasi dengan traffic tinggi memang terlihat menarik. Semakin banyak kendaraan atau orang yang melewati sebuah titik, semakin besar pula peluang iklan untuk dilihat.

Namun, traffic bukan satu satunya pertimbangan dalam memilih media luar ruang.

Brand juga perlu melihat bagaimana kondisi kendaraan ketika melewati lokasi, arah perjalanan, posisi media, jarak pandang, hingga kondisi visual di sekitarnya.

Sebuah billboard di jalan yang sangat ramai belum tentu memberikan hasil yang lebih baik jika posisinya sulit dilihat. Sebaliknya, titik dengan traffic yang tidak terlalu tinggi bisa saja lebih relevan jika memiliki visibilitas yang baik dan audience yang sesuai.

Jadi, jangan hanya bertanya, “Berapa banyak orang yang lewat?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Siapa yang lewat dan bagaimana kemungkinan mereka melihat iklan?”

2. Memilih Media Tanpa Memahami Target Audience

Memilih Media Tanpa Memahami Target Audience

Media OOH harus dipilih berdasarkan siapa yang ingin dijangkau.

Brand dengan target anak muda tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan brand yang ingin menjangkau pekerja kantoran, keluarga, atau pengguna kendaraan tertentu.

Karena itu, karakter audience di sekitar lokasi perlu menjadi bagian dari pertimbangan.

Siapa yang Berada di Sekitar Lokasi?

Perhatikan profil orang yang melewati atau beraktivitas di area tersebut. Semakin sesuai karakter audience dengan target campaign, semakin relevan pula lokasi tersebut.

Kapan Audience Melihat Media?

Kondisi audience juga dapat berbeda berdasarkan waktu. Jalan yang ramai pada pagi hari belum tentu memiliki karakter traffic yang sama pada malam hari.

Apa Tujuan Campaign?

Campaign untuk meningkatkan awareness membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan campaign yang ingin memperkuat kehadiran brand di area tertentu.

3. Menganggap Semua Media OOH Bekerja dengan Cara yang Sama

Billboard, videotron, media transit, dan berbagai bentuk media luar ruang lainnya memiliki karakter masing masing.

Billboard dapat memberikan kehadiran visual yang kuat pada sebuah lokasi. Videotron memberikan ruang untuk materi visual yang lebih dinamis. Sementara itu, media transit dapat menjangkau audience dalam konteks perjalanan dan aktivitas sehari hari.

Kesalahan terjadi ketika brand memilih media hanya karena terlihat besar atau sedang populer.

Media yang tepat bukan selalu media yang paling besar. Yang lebih penting adalah kesesuaiannya dengan pesan, lokasi, audience, dan tujuan campaign.

4. Terlalu Fokus pada Harga Sewa

Harga sewa billboard atau media OOH tentu penting dalam menentukan budget. Namun, harga tidak seharusnya menjadi satu satunya dasar keputusan.

Dua lokasi dengan harga berbeda tidak bisa dibandingkan hanya berdasarkan nominal sewanya.

Brand perlu mempertimbangkan lokasi, visibilitas, traffic, audience, durasi campaign, hingga potensi exposure yang tersedia.

Karena itu, pertanyaannya bukan hanya, “Mana yang lebih murah?”

Pertanyaan yang lebih relevan adalah, “Mana yang paling sesuai dengan kebutuhan campaign?”

Dengan cara ini, biaya media dapat dilihat sebagai bagian dari strategi, bukan sekadar pengeluaran.

5. Memilih Titik Tanpa Meminta Data yang Cukup

Memilih Titik Tanpa Meminta Data yang Cukup

Foto lokasi bisa memberikan gambaran awal, tetapi belum tentu cukup untuk menentukan kualitas sebuah titik.

Sebelum memilih media, brand dapat meminta informasi mengenai traffic, karakter lokasi, estimasi audience, impresi, dan data lain yang tersedia dari vendor OOH.

Data tersebut membantu brand membandingkan beberapa lokasi dengan pertimbangan yang lebih jelas.

Teknologi juga membuat pengukuran OOH semakin berkembang. Data traffic dan analitik dapat membantu memberikan gambaran mengenai karakter audience serta performa sebuah lokasi.

Semakin banyak informasi yang tersedia, semakin mudah brand menentukan apakah sebuah titik memang sesuai dengan objective campaign.

Baca Juga: Iklan di Mall, Apa yang Bikin Beda dengan Billboard di Jalan?

Bagaimana Memilih Media Iklan Luar Ruang yang Tepat?

Pada akhirnya, memilih media iklan luar ruang bukan hanya soal mencari titik yang paling ramai atau media dengan harga paling rendah.

Brand perlu melihat beberapa hal sekaligus, mulai dari lokasi, target audience, karakter media, tujuan campaign, biaya, hingga data yang tersedia.

Warna Warni Media membantu brand menentukan titik OOH berdasarkan kebutuhan campaign melalui POINTER dan STAR. POINTER membantu menemukan titik yang sesuai, sementara STAR memanfaatkan data traffic dan AI untuk memberikan insight mengenai audience dan performa lokasi.

Dengan pendekatan tersebut, pemilihan media tidak berhenti pada pertanyaan “di mana iklan dipasang”, tetapi juga mempertimbangkan siapa yang akan melihat, bagaimana mereka melihatnya, dan apakah lokasi tersebut mendukung tujuan campaign.

Jadi, sebelum memilih media iklan luar ruang, pastikan keputusan dibuat berdasarkan konteks yang lengkap, bukan hanya apa yang terlihat dari permukaan.

Ingin menemukan media OOH yang sesuai dengan campaign Anda? Klik Hubungi Warna Warni Media untuk langsung terhubung dengan tim ahli kami!

Translate »