OOH media buying adalah proses eksekusi pembelian atau penyewaan media setelah arah campaign mulai terbentuk. Jika media planning menentukan siapa yang ingin dijangkau dan media seperti apa yang dibutuhkan, media buying memastikan rencana tersebut dapat diwujudkan pada titik yang tersedia.
Prosesnya bukan sekadar membeli space iklan. Ada pemilihan titik, pengecekan ketersediaan, penawaran, administrasi, persiapan materi, hingga memastikan iklan benar benar tayang sesuai rencana.
Agar tidak salah langkah, cari tahu penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini!
Apa Itu OOH Media Buying?
OOH media buying adalah proses memilih, memperoleh, dan mengelola space media Out of Home untuk sebuah campaign. Proses ini biasanya dilakukan setelah kebutuhan campaign, target audiens, area, format media, durasi, dan budget sudah ditentukan.
Di tahap inilah rencana campaign mulai diterjemahkan menjadi media yang benar benar akan digunakan. Karena setiap titik memiliki lokasi, ukuran, periode tayang, visibility, dan ketersediaan yang berbeda, media buying membutuhkan lebih dari sekadar memilih media dari daftar.
Setelah kebutuhan campaign terbentuk, proses media buying masuk ke tahap eksekusi. Setiap langkah perlu saling terhubung agar media yang dipilih tidak hanya tersedia, tetapi juga sesuai dengan rencana campaign sejak awal.
Baca Juga: OOH Media Planning: Cara Menyusun Campaign Sebelum Iklan Tayang
Bagaimana Proses OOH Media Buying?


Proses OOH media buying dapat berbeda tergantung jenis media dan kebutuhan campaign. Namun, secara umum prosesnya dimulai dari menentukan titik yang potensial hingga memastikan iklan sudah tayang sesuai periode yang disepakati.
1. Menentukan Shortlist Titik Media
Proses dapat dimulai dengan membuat shortlist titik berdasarkan kebutuhan yang sudah ditentukan dalam media planning.
Titik dapat diseleksi berdasarkan area, karakter audiens, traffic, visibility, arah pandang, hingga format media yang tersedia.
Lokasi yang paling ramai belum tentu selalu menjadi pilihan terbaik. Yang lebih penting adalah bagaimana karakter titik tersebut sesuai dengan target dan tujuan campaign.
2. Mengecek Ketersediaan Media
Setelah shortlist terbentuk, ketersediaan setiap titik perlu diperiksa.
Billboard atau videotron yang sesuai dengan kebutuhan campaign belum tentu tersedia pada periode yang diinginkan. Sebuah titik bisa saja sudah digunakan oleh advertiser lain atau memiliki jadwal tayang yang tidak sesuai dengan timeline campaign.
Karena itu, media buyer biasanya perlu menyiapkan beberapa alternatif agar campaign tetap dapat berjalan ketika titik utama tidak tersedia.
3. Membandingkan Penawaran dan Detail Media
Titik yang tersedia kemudian dapat dibandingkan berdasarkan kebutuhan campaign.
Harga tentu menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu satunya. Ukuran media, posisi, visibility, periode tayang, arah pandang, kondisi lingkungan, serta detail penawaran juga perlu diperhatikan.
Tujuannya bukan sekadar mendapatkan titik dengan harga paling rendah, tetapi mendapatkan media yang memiliki nilai paling sesuai dengan kebutuhan campaign.
4. Melakukan Booking dan Administrasi
Setelah titik dipilih, proses berlanjut ke booking media.
Pada tahap ini, periode tayang, harga, spesifikasi media, serta berbagai kebutuhan administrasi perlu dipastikan kembali sebelum campaign berjalan.
Konfirmasi sejak awal membantu mengurangi risiko perubahan jadwal atau kesalahan informasi ketika campaign sudah mendekati tanggal tayang.
5. Menyiapkan Materi Iklan
Media sudah tersedia, tetapi materi iklan juga harus sesuai dengan spesifikasinya.
Ukuran desain, resolusi, format file, hingga area visual perlu mengikuti kebutuhan media yang digunakan. Materi untuk billboard cetak tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan konten yang akan ditampilkan melalui videotron.
Pesan juga perlu dibuat mudah dipahami karena audiens OOH sering melihat iklan ketika sedang bergerak dan hanya memiliki waktu terbatas untuk menangkap informasi.
6. Produksi dan Pemasangan Media
Untuk media yang membutuhkan materi fisik, desain yang sudah final akan masuk ke tahap produksi sebelum dipasang pada titik yang telah ditentukan.
Sementara pada media digital seperti videotron, materi akan disiapkan sesuai format dan jadwal penayangan.
Tahap ini membutuhkan koordinasi agar materi dapat terpasang atau mulai ditayangkan sesuai periode campaign yang telah disepakati.
7. Memastikan Iklan Sudah Tayang
OOH media buying tidak berhenti ketika media sudah dipesan. Setelah tanggal campaign dimulai, perlu dipastikan bahwa materi benar benar telah terpasang atau tayang pada titik yang sesuai.
Dokumentasi pemasangan atau proof of posting dapat digunakan sebagai bukti bahwa campaign sudah berjalan. Pengecekan ini juga membantu memastikan materi yang tampil sesuai dengan desain dan periode yang telah direncanakan.
Baca Juga: 7 Cara Menentukan Target Audiens untuk Campaign OOH
Kesimpulan
OOH media planning membantu menentukan arah campaign, sedangkan OOH media buying membawa rencana tersebut ke tahap eksekusi. Mulai dari memilih titik, mengecek availability, melakukan booking, menyiapkan materi, hingga memastikan iklan benar benar tayang.
Setiap tahap perlu berjalan dengan koordinasi yang baik agar media yang sudah direncanakan dapat dieksekusi sesuai kebutuhan campaign.
Dengan jaringan titik media dan pengalaman di industri OOH, Warna Warni Media dapat membantu proses media buying dari pemilihan titik hingga campaign tayang. Klik hubungi Warna Warni Media sekarang juga untuk mendiskusikan kebutuhan OOH yang paling tepat untuk campaign Anda!
