OOH media planning menjadi salah satu tahap penting sebelum campaign iklan luar ruang dijalankan. Bukan hanya menentukan billboard atau videotron yang akan digunakan, proses ini mencakup bagaimana brand menentukan tujuan, target audiens, area, media, hingga durasi campaign agar setiap titik yang dipilih memiliki alasan yang jelas.
Tanpa perencanaan yang matang, campaign OOH bisa saja tayang di lokasi yang ramai tetapi belum tentu menjangkau audiens yang tepat. Karena itu, media planning membantu brand menyusun campaign berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar memilih media yang terlihat menarik.
Apa Itu OOH Media Planning?
OOH media planning adalah proses merencanakan penggunaan media luar ruangan (Out of Home) berdasarkan tujuan campaign, target audiens, area yang ingin dijangkau, format media, durasi, dan anggaran yang tersedia.
Perencanaan ini dilakukan sebelum iklan tayang agar setiap keputusan dalam campaign memiliki tujuan yang jelas. Mulai dari menentukan siapa yang ingin dijangkau hingga memilih media yang paling relevan dengan aktivitas audiens.
Dengan begitu, OOH tidak hanya diperlakukan sebagai media untuk menampilkan iklan, tetapi sebagai bagian dari strategi komunikasi brand.
Cara Menyusun OOH Media Planning


Setiap campaign memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, proses perencanaannya dapat dimulai dari beberapa langkah berikut.
1. Tentukan Tujuan Campaign
Langkah pertama adalah menentukan apa yang ingin dicapai melalui campaign OOH.
Apakah campaign ditujukan untuk meningkatkan awareness, memperkenalkan produk baru, mendukung peluncuran, membangun kehadiran brand di area tertentu, atau mendorong audiens melakukan tindakan tertentu?
Tujuan ini akan memengaruhi keputusan berikutnya, termasuk jenis media, lokasi, durasi, hingga pesan yang digunakan.
2. Kenali Target Audiens
Setelah tujuan ditentukan, brand perlu memahami siapa yang ingin dijangkau.
Karakter audiens dapat dilihat dari usia, pekerjaan, gaya hidup, kebiasaan perjalanan, hingga area aktivitas mereka. Informasi tersebut membantu menentukan lokasi dan jenis media yang lebih relevan.
Misalnya, campaign yang menyasar profesional muda dapat mempertimbangkan area perkantoran dan kawasan bisnis yang memiliki mobilitas audiens tersebut.
3. Tentukan Area yang Ingin Dijangkau
OOH bekerja di ruang fisik. Karena itu, area menjadi bagian penting dalam perencanaan.
Brand perlu menentukan apakah campaign ingin menjangkau satu kawasan tertentu, beberapa area dalam satu kota, atau cakupan yang lebih luas.
Pemilihan area sebaiknya tidak hanya berdasarkan popularitas lokasi. Karakter audiens, pola mobilitas, kondisi lingkungan, serta relevansinya dengan campaign juga perlu dipertimbangkan.
Baca Juga: 5 Cara Memilih Lokasi Billboard yang Tepat, Tak Harus di Jalan Ramai!
4. Pilih Media OOH yang Sesuai
Setelah area ditentukan, berikutnya adalah memilih format media yang sesuai.
Campaign dapat menggunakan billboard, videotron, media transit, media di mall, hingga berbagai format OOH lainnya. Setiap media memiliki karakter dan cara menyampaikan pesan yang berbeda.
Billboard misalnya dapat memberikan kehadiran brand yang kuat pada satu titik, sementara videotron memberikan fleksibilitas visual melalui konten digital.
Pemilihannya kembali pada tujuan campaign dan karakter audiens yang ingin dijangkau.
5. Tentukan Titik dan Jumlah Media
Satu campaign tidak selalu membutuhkan banyak titik. Yang lebih penting adalah bagaimana titik tersebut mendukung tujuan yang sudah ditentukan.
Brand dapat menggunakan satu titik strategis untuk membangun presence atau menggunakan beberapa titik untuk memperluas jangkauan di area tertentu.
Di tahap ini, data lokasi dan karakter media dapat digunakan untuk menentukan kombinasi titik yang paling relevan.
6. Sesuaikan Durasi Campaign
Durasi juga perlu ditentukan sejak awal. Campaign untuk event tertentu mungkin membutuhkan periode tayang yang mengikuti tanggal pelaksanaan. Sementara itu, campaign awareness dapat membutuhkan durasi yang lebih panjang agar brand memiliki kesempatan untuk hadir secara konsisten di hadapan audiens.
Durasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, momentum, dan strategi keseluruhan campaign.
7. Susun Budget Campaign
Setelah format, area, titik, dan durasi mulai terbentuk, brand dapat menyusun budget berdasarkan kebutuhan campaign.
Budget tidak hanya menentukan berapa banyak media yang dapat digunakan, tetapi juga membantu menentukan prioritas. Dengan budget yang sama, misalnya, brand dapat memilih beberapa titik dengan periode tertentu atau memusatkan campaign pada titik yang dianggap paling strategis.
Baca Juga: Berapa Lama Durasi Sewa BillboardĀ yang Tepat? Ini Pertimbangannya
8. Pastikan Materi Siap Sebelum Tayang
Media sudah dipilih, tetapi campaign belum selesai.
Materi iklan perlu disesuaikan dengan format dan karakter media yang digunakan. Pesan juga harus dapat dipahami dengan cepat karena audiens OOH biasanya melihat iklan dalam waktu yang terbatas.
Pastikan desain, ukuran, resolusi, pesan, dan informasi yang ditampilkan sudah sesuai dengan kebutuhan media sebelum campaign memasuki tahap tayang.
Kesimpulan
OOH media planning membantu brand melihat campaign secara lebih menyeluruh sebelum iklan benar-benar tayang. Mulai dari tujuan, audiens, area, media, titik, durasi, hingga materi perlu memiliki hubungan yang jelas.
Dengan perencanaan yang tepat, pemilihan media OOH tidak lagi sekadar berdasarkan lokasi yang ramai atau format yang terlihat menarik. Setiap keputusan dapat disesuaikan dengan siapa yang ingin dijangkau dan apa yang ingin dicapai oleh campaign.
Jadi, apakah Anda sedang menyiapkan campaign OOH dan ingin menentukan media yang sesuai dengan kebutuhan brand? Jangan ragu, klik hubungi Warna Warni Media sekarang juga untuk mendiskusikan strategi dan pilihan titik yang paling relevan!
