Apa Itu Digital Signage? Ini Fungsi dan Penggunaannya untuk Brand

Apa Itu Digital Signage Ini Fungsi dan Penggunaannya untuk Brand

Pernah melihat layar digital di dalam mall yang menampilkan promosi bergantian? Atau layar informasi di bandara, restoran, hotel, hingga gedung perkantoran? Media tersebut merupakan salah satu bentuk penggunaan digital signage atau papan reklame digital.

Berbeda dari media cetak yang menampilkan visual statis, media digital ini memungkinkan konten berupa gambar, video, animasi, hingga informasi tertentu ditampilkan dan diperbarui melalui layar.

Bagi brand, fleksibilitas ini membuka lebih banyak cara untuk menyampaikan pesan kepada audiens. Pelajari selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Digital Signage

Digital signage adalah media komunikasi visual yang menggunakan layar untuk menampilkan informasi, promosi, maupun konten kepada audiens.

Konten yang ditampilkan dapat berupa gambar, video, animasi, menu, informasi produk, petunjuk arah, hingga materi branding. Penggunaannya dapat ditemukan di berbagai lokasi, mulai dari pusat perbelanjaan, retail, restoran, hotel, perkantoran, bandara, hingga ruang publik.

Salah satu karakter utama jenis media ini adalah kontennya dapat diperbarui tanpa harus mengganti media fisik seperti poster atau banner.

Karena itu, satu layar dapat digunakan untuk menampilkan beberapa materi berbeda sesuai kebutuhan komunikasi.

Cara Kerja Digital Signage 

Secara sederhana, papan reklame digital bekerja dengan menghubungkan layar dengan sistem yang mengatur konten yang akan ditampilkan.

Brand atau pengelola media dapat menyiapkan materi berupa gambar, video, maupun informasi lainnya. Konten tersebut kemudian dijadwalkan untuk muncul pada layar sesuai waktu dan kebutuhan.

Misalnya, sebuah restoran dapat menampilkan menu sarapan pada pagi hari, kemudian menggantinya dengan promosi makan siang beberapa jam kemudian.

Kemampuan untuk mengatur dan memperbarui konten inilah yang membuat jenis media digital ini lebih fleksibel dibandingkan media visual statis.

Fungsi Digital Signage untuk Brand

Fungsi Digital Signage (Papan Reklame Digital) untuk Brand

Digital signage tidak hanya digunakan untuk menampilkan iklan. Media ini dapat memiliki fungsi berbeda tergantung lokasi dan tujuan penggunaannya.

1. Menampilkan Informasi Secara Dinamis

Informasi pada layar dapat diperbarui mengikuti kebutuhan. Brand tidak harus mencetak ulang materi setiap kali terdapat perubahan informasi atau promosi.

Hal ini berguna terutama untuk bisnis yang memiliki penawaran, produk, atau informasi yang sering berubah.

2. Mendukung Promosi Produk

Digital signage dapat digunakan untuk menampilkan produk baru, promo, campaign, atau informasi penawaran tertentu.

Format video dan animasi juga memberikan lebih banyak ruang bagi brand untuk mengeksplorasi cara penyampaian pesan dibandingkan materi statis.

3. Memperkuat Branding

Layar digital dapat menjadi bagian dari pengalaman visual sebuah lokasi.

Penggunaan warna, visual, logo, hingga gaya komunikasi yang konsisten dapat membantu brand mempertahankan identitasnya ketika berinteraksi dengan audiens.

4. Menyesuaikan Konten dengan Waktu dan Lokasi

Konten digital signage dapat disesuaikan dengan konteks audiens.

Materi yang ditampilkan pada pagi hari, misalnya, tidak harus sama dengan materi pada malam hari. Begitu juga dengan konten di pusat perbelanjaan yang dapat berbeda dengan konten di bandara atau gedung perkantoran.

5. Meningkatkan Pengalaman Audiens

Jenis media digital ini juga dapat digunakan untuk membantu audiens mendapatkan informasi dengan lebih cepat.

Petunjuk arah, informasi jadwal, daftar layanan, menu digital, hingga informasi event merupakan beberapa contoh penggunaan yang tidak hanya bersifat promosi, tetapi juga memberikan fungsi praktis.

Baca Juga: 7 Cara Menentukan Target Audiens untuk Campaign OOH

Digital Signage Digunakan di Mana Saja?

Digital Signage Digunakan di Mana Saja

Fleksibilitasnya membuat jenis media ini dapat ditemukan di berbagai jenis lokasi.

1. Retail dan Pusat Perbelanjaan

Di lingkungan retail, digital signage dapat digunakan untuk menampilkan promo, produk terbaru, informasi harga, maupun campaign brand.

Penempatannya dapat berada di storefront, area kasir, lorong toko, maupun titik dengan aktivitas pengunjung yang tinggi.

2. Perkantoran

Digital signage di gedung perkantoran dapat digunakan untuk informasi perusahaan, directory, informasi event, hingga komunikasi internal.

Untuk brand yang ingin menjangkau audiens profesional melalui media luar ruang, karakter kawasan perkantoran juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi OOH.

3. Bandara dan Transportasi

Bandara merupakan salah satu lingkungan dengan penggunaan layar digital yang cukup beragam. Digital signage dapat berfungsi sebagai media informasi sekaligus komunikasi komersial.

Mulai dari informasi penerbangan dan petunjuk arah hingga materi promosi dapat hadir di berbagai titik perjalanan penumpang.

Baca juga: Iklan di Bandara, Kenapa Audiensnya Menarik bagi Brand?

4. Hotel dan Restoran

Hotel dapat memanfaatkan papan reklame digital untuk menampilkan informasi fasilitas, event, atau petunjuk lokasi.

Sementara restoran dapat menggunakannya sebagai menu digital sekaligus media promosi untuk menampilkan produk atau penawaran tertentu.

5. Event dan Exhibition

Dalam event, digital signage dapat membantu menampilkan jadwal, informasi acara, sponsor, petunjuk area, hingga materi branding.

Kontennya juga dapat diperbarui mengikuti rangkaian acara tanpa harus mengganti media fisik.

Apa Bedanya Digital Signage dan Videotron?

Digital signage dan videotron sama-sama menggunakan layar untuk menampilkan konten digital, tetapi konteks penggunaannya dapat berbeda.

Digital signage merupakan istilah yang lebih luas untuk sistem komunikasi menggunakan layar. Ukuran layar, teknologi yang digunakan, lokasi, dan fungsinya dapat sangat beragam. Jenis media ini bahkan dapat digunakan untuk kebutuhan internal seperti directory gedung atau menu restoran.

Sementara videotron umumnya merujuk pada layar LED berukuran besar yang digunakan untuk menampilkan visual kepada audiens dalam jarak yang lebih jauh. Dalam advertising, videotron banyak ditempatkan di jalan utama, kawasan bisnis, pusat komersial, maupun lokasi dengan traffic tinggi.

Jadi, tidak semua papan reklame digital adalah videotron. Keduanya dapat menggunakan teknologi layar digital, tetapi memiliki konteks penggunaan dan karakter media yang berbeda.

Baca Juga: 9 Tips Mendesain Iklan Videotron yang Menarik Perhatian

Kesimpulan

Digital signage memberikan fleksibilitas bagi brand untuk menyampaikan informasi, promosi, maupun materi branding melalui konten yang dapat diperbarui dan disesuaikan dengan waktu, lokasi, serta kebutuhan komunikasi.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada target audiens, penempatan layar, pesan yang ditampilkan, dan tujuan campaign. Karena itu, pemilihan digital signage maupun media lainnya sebaiknya menjadi bagian dari strategi komunikasi yang lebih luas.

Jika Anda ingin menentukan media yang sesuai untuk menjangkau target audiens dan kebutuhan campaign, hubungi Warna Warni Media untuk mendiskusikan solusi OOH yang tepat bagi brand Anda.

Hubungi Team Kami

Dapatkan informasi tentang lokasi, penawaran spesial, strategi pemasangan billboard terbaik untuk mengembangkan bisnis anda ke level tertinggi. Isi form dibawah ini agar kami dapat membantu bisnis anda secepatnya.
Translate »