Traffic billboard menjadi salah satu informasi penting dalam perencanaan iklan OOH. Hal ini karena traffic membantu melihat seberapa besar potensi sebuah lokasi untuk mendapatkan paparan dari orang yang melintas.
Namun, traffic yang tinggi tidak otomatis berarti sebuah billboard adalah pilihan terbaik. Ada beberapa hal lain yang perlu dilihat agar data traffic tidak hanya menjadi angka, tetapi benar-benar bisa membantu menentukan potensi sebuah titik iklan.
Cari tahu penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini!
Apa Itu Traffic Billboard?
Traffic billboard adalah data yang menunjukkan tingkat lalu lintas di sekitar lokasi billboard, baik kendaraan maupun arus orang yang melintas, tergantung karakteristik lokasinya.
Dalam konteks OOH, traffic biasanya digunakan untuk memahami seberapa ramai sebuah titik dan seberapa besar peluang iklan dilihat oleh audiens yang melewati area tersebut.
Misalnya, sebuah billboard berada di jalan utama dengan volume kendaraan yang tinggi setiap hari. Secara sederhana, semakin banyak orang yang melewati area tersebut, semakin besar pula potensi iklan mendapatkan exposure.
Karena itu, traffic sering menjadi salah satu data yang diperhatikan ketika mengevaluasi sebuah lokasi billboard.
Baca Juga: Berapa Lama Durasi Sewa Billboard yang Tepat? Ini Pertimbangannya
Kenapa Traffic Penting untuk Billboard?
Billboard bekerja dengan memanfaatkan ruang dan waktu. Iklan ditempatkan di lokasi tertentu dan dilihat oleh audiens yang melewati lokasi tersebut.
Traffic membantu memberikan gambaran mengenai besarnya arus audiens yang berpotensi melihat iklan.
Tetapi, angka traffic sebaiknya tidak dibaca sendirian. Jalan yang sangat ramai belum tentu memberikan exposure yang optimal jika kendaraan bergerak terlalu cepat, posisi billboard sulit terlihat, atau sudut pandangnya terbatas.
Artinya, traffic memberikan gambaran tentang seberapa ramai sebuah lokasi, tetapi belum sepenuhnya menjelaskan seberapa efektif iklan dapat terlihat.
Faktor yang Perlu Dilihat Selain Traffic


Apa saja faktor yang perlu dilihat selain traffic pada billboard? Berikut beberapa di antaranya:
1. Volume lalu lintas
Semakin tinggi volume lalu lintas, semakin besar potensi jumlah orang yang melewati area billboard.
Namun, angka tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan periode waktunya. Traffic pada jam sibuk, hari kerja, akhir pekan, atau periode tertentu bisa memiliki karakter yang berbeda.
2. Kecepatan kendaraan
Traffic yang tinggi dengan kendaraan yang bergerak sangat cepat memiliki karakter berbeda dengan jalan yang padat dan cenderung melambat.
Pada kondisi tertentu, kendaraan yang lebih lambat dapat memberikan waktu lebih banyak bagi audiens untuk melihat pesan yang ditampilkan.
3. Visibility
Billboard harus mudah terlihat oleh audiens. Posisi, ukuran media, arah hadap, jarak pandang, kondisi sekitar, hingga keberadaan objek yang menghalangi dapat memengaruhi visibility.
Karena itu, dua billboard dengan traffic yang sama belum tentu menghasilkan potensi exposure yang sama.
4. Karakteristik audiens
Jumlah kendaraan bukan satu-satunya hal yang penting. Karakteristik orang yang melewati lokasi juga perlu dipertimbangkan berdasarkan tujuan campaign.
Sebuah lokasi dengan traffic tinggi tetapi audiensnya tidak sesuai target belum tentu lebih relevan dibandingkan lokasi dengan traffic lebih rendah namun memiliki audiens yang lebih sesuai.
Baca Juga: Cara Mengukur Efektivitas Billboard, Dari Impression hingga Conversion
Traffic Tinggi, Apakah Berarti Billboard Lebih Efektif?
Jawabannya adalah belum tentu. Traffic merupakan salah satu indikator potensi exposure, bukan satu-satunya ukuran efektivitas billboard.
Sebuah billboard bisa berada di jalan yang sangat ramai, tetapi apabila media sulit terlihat atau pesan terlalu kompleks untuk dipahami dalam waktu singkat, potensi traffic tersebut belum tentu berubah menjadi perhatian audiens.
Sebaliknya, lokasi dengan traffic yang lebih rendah dapat memiliki nilai tinggi jika visibility bagus, posisi strategis, dan audiensnya sesuai dengan target campaign.
Itulah mengapa data traffic sebaiknya dikombinasikan dengan informasi lain sebelum sebuah lokasi dinilai.
Bagaimana Data Traffic Digunakan dalam Perencanaan OOH?
Data traffic dapat menjadi salah satu dasar ketika membandingkan beberapa lokasi billboard.
Misalnya, ketika terdapat beberapa titik dengan karakteristik media yang relatif sama, data traffic dapat membantu melihat lokasi mana yang memiliki potensi arus audiens lebih besar.
Data tersebut kemudian dapat dipertimbangkan bersama visibility, arah lalu lintas, karakteristik audiens, lingkungan sekitar, dan tujuan campaign.
Dengan pendekatan ini, pemilihan lokasi billboard tidak hanya berdasarkan asumsi bahwa jalan yang ramai pasti lebih baik.
Untuk memahami performa billboard secara lebih menyeluruh, traffic juga dapat dikaitkan dengan metrik OOH lainnya seperti impression, reach, dan frequency.
Baca Juga: Exposure, Reach, dan Frequency dalam OOH, Apa Bedanya?
Kesimpulan
Traffic billboard memberikan gambaran tentang seberapa besar arus audiens yang melewati sebuah lokasi. Namun, traffic yang tinggi tidak otomatis membuat sebuah billboard lebih efektif.
Data tersebut tetap perlu dilihat bersama visibility, karakter audiens, dan kondisi lokasi agar potensi exposure dapat dipahami dengan lebih tepat.
Dengan membaca data traffic secara menyeluruh, brand dapat menentukan media OOH yang lebih sesuai dengan tujuan campaign. Klik hubungi Warna Warni Media sekarang juga untuk mendiskusikan kebutuhan OOH dan menemukan media yang sesuai dengan target campaign Anda!
