Jenis-Jenis Papan Reklame, dari Billboard hingga Videotron

Jenis-Jenis Papan Reklame, dari Billboard hingga Videotron

Kalau membayangkan papan reklame, yang pertama kali muncul biasanya adalah billboard besar di pinggir jalan. Padahal, jenis-jenis papan reklame sudah berkembang jauh lebih luas. Ada billboard statis, LED videotron, hingga Toll Pillar Media.

Masing-masing punya karakter yang berbeda. Ada yang mengandalkan ukuran dan visibilitas, ada yang menawarkan visual bergerak, dan ada pula yang memanfaatkan posisi media untuk mendekatkan brand dengan aktivitas audience.

Karena itu, memahami jenis jenis papan reklame bukan sekadar soal mengenali bentuk medianya. Hal yang tidak kalah penting adalah memahami karakter setiap media dan kapan media tersebut cocok digunakan untuk campaign.

Baca Juga: Apa Itu Papan Reklame? Pengertian dan Fungsinya

Mengenal Jenis-Jenis Papan Reklame

Mengenal Jenis-Jenis Papan Reklame

Secara sederhana, papan reklame dapat dibedakan berdasarkan bentuk media, teknologi, serta lokasi penempatannya. Berikut beberapa jenis papan reklame yang umum digunakan dalam kebutuhan OOH.

1. Billboard

Billboard merupakan salah satu bentuk papan reklame yang paling dikenal. Ukurannya yang besar membuat media ini dapat menjadi bagian yang menonjol dari sebuah kawasan.

Namun, billboard bukan hanya soal seberapa besar ukurannya. Lokasi menjadi bagian penting dari nilai sebuah billboard. Arah perjalanan, jarak pandang, kondisi sekitar, traffic, dan visibilitas dapat memengaruhi bagaimana audience melihat sebuah iklan.

Karena itu, billboard dapat digunakan untuk campaign yang membutuhkan kehadiran brand dalam skala besar, terutama ketika lokasi media memang sesuai dengan audience yang ingin dijangkau.

2. LED Videotron

Kalau billboard statis mengandalkan satu materi visual, LED videotron memberikan ruang yang lebih dinamis.

Media ini menggunakan layar LED untuk menampilkan gambar bergerak, video, animasi, atau beberapa materi kreatif dalam satu media. Hal tersebut membuat brand memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan konsep visual.

Namun, bukan berarti semakin banyak gerakan semakin baik.

Audience sering melihat videotron sambil berkendara atau berjalan. Pesan tetap perlu dibuat sederhana agar dapat ditangkap dalam waktu yang singkat.

3. JPO Advertising

JPO Advertising memanfaatkan area jembatan penyeberangan orang sebagai media komunikasi brand.

Karakter media ini berbeda dari billboard yang berada di sisi jalan. JPO berada dekat dengan aktivitas pejalan kaki dan dapat menjadi bagian dari perjalanan audience di ruang publik.

Karena itu, desain dan pesan perlu disesuaikan dengan bagaimana audience melihat media tersebut. Visual yang kuat tetap penting, tetapi konteks lokasi juga tidak bisa dilepaskan dari konsep campaign.

4. Bando Advertising

Bando Advertising ditempatkan pada struktur media yang membentang di atas jalan sehingga dapat terlihat oleh pengguna jalan dari arah tertentu.

Posisinya membuat media ini memiliki karakter tersendiri dalam menyampaikan pesan. Audience biasanya hanya memiliki waktu singkat untuk melihat iklan ketika sedang melakukan perjalanan.

Karena itu, materi Bando Advertising perlu mengutamakan visual yang mudah dikenali, pesan yang singkat, serta ukuran tulisan yang tetap terbaca dari jarak pandang audience.

5. Neon Box Advertising

Neon Box Advertising menggunakan struktur berbentuk kotak dengan elemen visual yang memanfaatkan pencahayaan.

Berbeda dengan billboard berukuran besar, neon box memiliki karakter media yang lebih compact dan dapat digunakan untuk membangun kehadiran brand di titik tertentu.

Media seperti ini dapat menjadi bagian dari strategi OOH ketika brand membutuhkan format yang lebih sesuai dengan karakter lokasi dan lingkungan di sekitarnya.

6. Toll Pillar Media

Toll Pillar Media memanfaatkan struktur pilar di area jalan tol sebagai media iklan.

Beriklan di jalan tol memiliki karakter yang berbeda karena audience melihat media sambil melakukan perjalanan dengan arah dan kecepatan tertentu. Karena itu, lokasi, posisi media, jarak pandang, dan kesederhanaan pesan menjadi bagian penting dalam perencanaannya.

Ukuran media saja tidak cukup. Pesan harus bisa bekerja dalam waktu yang tersedia ketika audience melewati titik tersebut.

Baca Juga: 5 Cara Memilih Lokasi Billboard yang Tepat, Tak Harus di Jalan Ramai!

Apakah Papan Reklame Harus Selalu Statis?

Apakah Papan Reklame Harus Selalu Statis?

Jawabannya adalah tidak. Perkembangan teknologi membuat papan reklame semakin fleksibel dalam menyampaikan pesan. LED videotron memungkinkan penggunaan visual bergerak, sementara konsep kreatif seperti 3D dapat membuat sebuah media terlihat lebih menonjol.

Pada media digital, misalnya, teknik 3D anamorphic dapat digunakan untuk menciptakan ilusi kedalaman. Visual dirancang berdasarkan perspektif tertentu sehingga objek dapat terlihat seolah memiliki volume atau keluar dari bidang layar.

Selain itu, perkembangan teknologi juga memungkinkan penggunaan konten yang lebih dinamis. Materi pada media digital dapat disesuaikan dengan waktu atau momen tertentu sehingga satu media tidak harus selalu menampilkan pesan yang sama.

Namun, teknologi tetap merupakan alat. Hal yang membuat sebuah papan reklame efektif bukan hanya jenis layarnya atau seberapa canggih efek visualnya, tetapi bagaimana media tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan kepada audience yang tepat.

Baca Juga: Harga Billboard dan Videotron 2026 di Indonesia

Bagaimana Memilih Papan Reklame untuk Campaign?

Setelah mengenal berbagai jenisnya, pertanyaan berikutnya adalah media mana yang sebaiknya digunakan? Jawabannya kembali pada kebutuhan campaign. 

Billboard dapat menjadi pilihan ketika brand membutuhkan visibilitas dalam skala besar. Videotron memberikan ruang untuk visual yang lebih dinamis. JPO dapat membawa brand lebih dekat dengan aktivitas pejalan kaki. Sementara Bando dan Toll Pillar memiliki karakter yang erat dengan perjalanan pengguna jalan.

Artinya, memilih papan reklame tidak cukup hanya berdasarkan media yang terlihat paling menarik.

Audience, lokasi, traffic, arah perjalanan, visibilitas, hingga pesan yang ingin disampaikan perlu dipertimbangkan secara bersamaan.

Data juga dapat membantu proses tersebut. Dengan memahami kondisi traffic dan karakter suatu lokasi, brand memiliki bahan pertimbangan yang lebih kuat sebelum menentukan titik media.

Kesimpulan

Jenis jenis papan reklame terus berkembang mengikuti kebutuhan brand dan perubahan cara audience beraktivitas. Billboard, LED videotron, JPO Advertising, Bando Advertising, Neon Box, dan Toll Pillar Media memiliki karakter yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan tujuan campaign.

Pada akhirnya, memilih papan reklame bukan sekadar memilih bentuk media. Lokasi, audience, traffic, visibilitas, dan pesan campaign harus saling terhubung agar media yang dipilih benar benar punya alasan untuk hadir di sebuah titik.

Warna Warni Media membantu brand mengeksplorasi berbagai solusi OOH berdasarkan kebutuhan campaign dan karakter lokasi. Konsultasikan kebutuhan campaign OOH perusahaan Anda kepada kami dengan klik Hubungi Warna Warni Media.

Hubungi Team Kami

Dapatkan informasi tentang lokasi, penawaran spesial, strategi pemasangan billboard terbaik untuk mengembangkan bisnis anda ke level tertinggi. Isi form dibawah ini agar kami dapat membantu bisnis anda secepatnya.
Translate ยป