Audiens brand hari ini tidak hanya berada di satu tempat. Mereka bisa melihat billboard saat perjalanan, menemukan campaign yang sama di media sosial, mencari informasi melalui Google, lalu berinteraksi dengan brand melalui website. Kondisi ini membuat campaign OOH dan digital marketing tidak harus diperlakukan sebagai dua strategi yang terpisah.
Faktanya, ketika keduanya dirancang dalam satu campaign, OOH dapat membangun kehadiran brand di ruang publik, sementara digital memperpanjang interaksi setelah audiens melihat campaign.
Lalu, apa saja manfaat ketika OOH dan digital marketing digabungkan? Berikut beberapa di antaranya:
Baca Juga: Apakah Iklan Billboard Masih Efektif di Era Digital?
1. Memperluas Jangkauan Campaign
Mengandalkan satu channel membuat brand memiliki ruang interaksi yang terbatas. OOH dan digital memungkinkan campaign hadir di dua lingkungan yang berbeda, tetapi saling melengkapi.
OOH membawa brand ke ruang publik melalui billboard, videotron, maupun media lainnya. Sementara digital memungkinkan campaign menjangkau audiens ketika mereka sedang menggunakan smartphone, media sosial, mesin pencari, atau platform digital lainnya.
Dengan begitu, satu campaign memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertemu audiens dalam situasi yang berbeda.
2. Meningkatkan Brand Awareness
OOH dapat memperkenalkan brand melalui exposure di lokasi yang banyak dilalui audiens. Visual berukuran besar dan kehadiran yang konsisten dapat membantu membuat brand lebih mudah terlihat.
Digital kemudian memberikan kesempatan bagi audiens untuk kembali menemukan brand tersebut secara online.
Ketika audiens melihat nama, visual, atau pesan campaign lebih dari satu kali melalui channel berbeda, brand dapat menjadi lebih familiar. OOH membangun awareness di ruang publik, sementara digital membantu menjaga brand tetap hadir setelah audiens meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Efek OOH terhadap Brand: Apa Saja?
3. Membuat Campaign Lebih Mudah Diingat


Ruang digital dipenuhi berbagai konten dan iklan yang bersaing mendapatkan perhatian. Dalam kondisi seperti ini, campaign membutuhkan komunikasi yang konsisten agar tidak mudah hilang dari ingatan audiens.
OOH memberikan pengalaman visual secara langsung di lingkungan audiens. Pesan yang sama kemudian dapat diteruskan melalui digital dengan format yang disesuaikan.
Misalnya, visual produk yang pertama kali dilihat melalui billboard kemudian muncul kembali dalam bentuk social media ads. Ketika elemen campaign tetap mudah dikenali, exposure dari satu channel dapat membantu memperkuat exposure dari channel lainnya.
4. Memperpanjang Exposure dari OOH ke Digital
Salah satu keterbatasan OOH adalah interaksi tidak selalu terjadi pada saat audiens melihat media.
Audiens mungkin melihat billboard ketika sedang berkendara, tetapi baru memiliki waktu untuk mencari informasi beberapa jam kemudian. Digital dapat menjadi ruang untuk melanjutkan exposure tersebut.
Brand dapat menggunakan campaign digital untuk memperkenalkan informasi yang lebih lengkap, mengarahkan audiens ke website, memperkenalkan produk, atau memberikan penawaran yang tidak perlu dimuat seluruhnya dalam billboard.
Dengan begitu, perjalanan campaign tidak berhenti ketika audiens meninggalkan lokasi OOH.
5. Mendorong Audiens Melakukan Aksi


OOH dapat menjadi pemicu perhatian, sedangkan digital dapat memberikan ruang yang lebih praktis untuk melakukan tindakan.
Brand dapat mengarahkan audiens dari exposure OOH menuju pencarian brand, website, media sosial, landing page, maupun aktivitas digital lainnya.
Misalnya, campaign dapat menggunakan tagline atau branded keyword yang mudah diingat. Setelah melihatnya di billboard, audiens dapat mencarinya melalui mesin pencari dan menemukan informasi lebih lanjut secara online.
Hubungan seperti ini membuat OOH tidak hanya berperan sebagai media awareness, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan audiens menuju action.
6. Menciptakan Komunikasi Brand yang Lebih Konsisten
Ketika OOH dan digital menggunakan satu konsep campaign, brand dapat menyampaikan pesan yang konsisten di berbagai touchpoint.
Bukan berarti materi billboard harus dibuat sama persis dengan iklan digital. Format dan cara penyampaiannya dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing media.
Yang penting, audiens tetap dapat mengenali hubungan antara keduanya melalui key visual, tagline, pesan utama, maupun identitas campaign.
Hasilnya, campaign terasa sebagai satu komunikasi yang utuh, bukan sekumpulan iklan yang berjalan sendiri-sendiri.
Baca Juga: Cara Mengukur Efektivitas Billboard, Dari Impression hingga Conversion
Kesimpulan
OOH dan digital marketing memiliki karakter yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan ketika keduanya dirancang dalam satu strategi.
OOH dapat membawa brand ke ruang publik dan membangun awareness. Sementara itu, digital marketing memberikan ruang untuk memperpanjang exposure, memperdalam informasi, hingga mendorong audiens melakukan action.
Jadi, menggabungkan OOH dan digital bukan sekadar menambah jumlah channel dalam sebuah campaign. Hal yang lebih penting adalah bagaimana keduanya saling melanjutkan dan memperkuat perjalanan audiens dari melihat, mengingat, mencari, hingga berinteraksi dengan brand.
Jadi, sudahkah Anda menggabungkan strategi campaign OOH dan digital marketing? Temukan titik OOH yang paling tepat untuk campaign Anda dengan klik hubungi Warna Warni Media.
